Kampus Universitas Andi Sudirman diselimuti kesedihan mendalam atas wafatnya Dr. Andi Sudirman Pacinongi Petta Lolo, SH., MH., M.Si, seorang tokoh yang dikenal sebagai pelopor sekaligus penggagas keberadaan universitas ini di Kabupaten Bone.
Almarhum menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Siloam Makassar pada hari Rabu (29/4/2026) pukul 10.25 WITA. Beliau wafat pada usia 63 tahun dan kemudian dimakamkan di halaman Kampus Universitas Andi Sudirman, sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya yang besar kepada dunia pendidikan di Bone.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan penuh emosi, dihadiri oleh Kepala Pengadilan Distrik Watampone, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Dr. Andi Lukman, M.Si, jajaran kampus, rekan kerja, dan keluarga besar almarhum.
Sepanjang hidupnya, Dr. Andi Sudirman dikenal tidak hanya sebagai pegawai negeri sipil yang pernah bertugas di Pengadilan Distrik Watampone sebagai juru tulis pengganti, tetapi juga sebagai tokoh yang sangat peduli terhadap perkembangan pendidikan di wilayah tersebut.
Perjalanan panjangnya yang penuh dedikasi menjadi bagian penting dari lahirnya kampus yang kini dikenal sebagai Universitas Andi Sudirman. Dari sebuah ide sederhana, ia berhasil menciptakan lembaga pendidikan tinggi yang memberikan akses luas bagi generasi muda Bone dan sekitarnya.
Sebelum bertransformasi menjadi universitas, lembaga pendidikan ini awalnya dikenal sebagai Sekolah Tinggi Hukum Perlindungan Watampone (STIH). Kampus ini awalnya berlokasi di Jalan MH. Thamrin, Desa Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, dengan memanfaatkan gedung kantor Pengadilan Negeri Watampone yang saat itu masih berupa pinjaman.
Pada awal berdirinya, kampus ini memiliki tiga program studi, yaitu Hukum, DIII Keperawatan, dan DIII Kebidanan. Di tengah keterbatasan fasilitas, semangat pengembangan pendidikan terus didorong oleh almarhum bersama para pendiri lainnya.
Seiring waktu, upaya-upaya tersebut membuahkan hasil. Kampus tersebut kemudian berhasil memiliki gedungnya sendiri di Jalan Yos Sudarso, Desa Cellu, Distrik Tanete Riattang Timur, yang kini menjadi pusat kegiatan akademik Universitas Andi Sudirman.
Di atas fondasi yang dibangun oleh almarhum, Universitas Andi Sudirman kini berkembang dengan dua fakultas utama. Fakultas Hukum dan Ilmu Politik menaungi Program Studi Hukum dan Ilmu Politik, sedangkan Fakultas Sains dan Kesehatan menaungi S1 Biologi, S1 Agroteknologi, S1 Administrasi Kesehatan, DIII Keperawatan, dan DIII Kebidanan, bahkan menyelesaikan Pendidikan Pascasarjana di bidang Hukum.
Warisan pemikiran dan perjuangan Dr. Andi Sudirman menjadi landasan penting bagi keberlanjutan kampus dalam menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan kompetitif.
Kepergian Dr. Andi Sudirman meninggalkan duka yang mendalam, namun juga jejak pengabdian yang tak akan hilang dari perjalanan pendidikan di Kabupaten Bone. Beliau dikenang bukan hanya sebagai birokrat dan akademisi, tetapi juga sebagai pelopor yang meletakkan fondasi kuat bagi berdirinya lembaga pendidikan tinggi yang kini terus berkembang. Doa dan penghormatan mengalir dari berbagai pihak, sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya yang panjang di dunia pendidikan dan pelayanan publik.

Universitas Andi Sudirman merupakan lembaga pendidikan yang berada di Kabupaten Bone dengan membuka beberapa program studi dan telah meluluskan ribuan mahasiswa yang telah mendedikasikan dirinya diberbagai Instansi baik Negeri maupun Swasta, dan telah Berubah menjadi Universitas Andi Sudirman yang beralamat di jalan Jl. Yos Sudarso. Poros Bone Bajoe, Sulawesi Selatan Indonesia.